Kamis, 01 Desember 2016

Contoh Islam Normatif dan islam Historis


ü Contoh mengenai kajian Islam normatif dan Islam historis beserta paradigm atau peradaban yang digunakan!
Jawab :
·         Islam normatif

1.             Adanya ritual tertentu dalam komunitas muslim yang sudah mentradisi secara turun temurun, seperti slametan (Tahlilan atau kenduren). Dari uraian tersebut terlihat bahwa pendekatan normatif tekstualis dalam memahami agama menggunakan cara berpikir deduktif, yaitu cara berpikir yang berawal dari keyakinan yang diyakini benar dan mutlak adanya sehingga tidak perlu dipertanyakan lebih dulu, melainkan dimulai dari keyakinan yang selanjutnya diperkuat dengan dalil-dalil dan argumentasi. Pendekatan normatif tektualis sebagaimana disebutkan diatas telah menunjukan adanya kekurangan yang antara lain eksklusif dogmatis, tidak mau mengakui adanya paham golongan lain bahkan agama lain dan sebagainya. Namun demikian melalui pendekatan normatift tektualis ini, seseorang akan memiliki sikap militansi dalam beragama yakni berpegang teguh kepada agama yang diyakininya sebagai yang benar, tanpa memandang dan meremehkan agama lainya. Dengan pendekatan yang demikian seseorang akan memiliki sikap fanatis terhadap agama yang di anutnya. Saat ini kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif di dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang keshalihan atau berhenti sekedar disampaikan dalam khutbah,melainkan secara operasional konseptual dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.
          Seiring perkembangan zaman yang selalu berubah dan disertai dengan munculnya berbagai persoalan baru dalam kehidupan manusia, maka menjadi sebuah keniscayaan untuk memahami agama sesuai dengan zamanya. Oleh karena itu, berbagai pendekatan dalam memahami agama yang bersumber dari al-Quran dan Hadits memiliki peran yang sangat strategis. Dalam kaitan ini agama tampil sangat prima dengan seperangkat ciri khasnya. Agama islam secara normatif pasti benar dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Untuk bidang sosial agama tampil menawarkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, kesetiakawanan, tolong menolong, tenggang rasa, persamaan derajat dan sebagainya. Untuk bidang ekonomi agama tampil menawarkan keadilan, kebersamaan, kejujuran dan saling menguntungkan. Untuk bidang ilmu pengetahuan, agama tampil mendorong pemeluknya agar memiliki pengetahuan dan tehnologi yang setinggi-tingginya, menguasai ketrampilan, keahlian dan sebagainya. Demikian pula untuk bidang kesehatan, lingkungan hidup, kebudayaan, politik dan sebagainya agama tampil sangat ideal dan yang dibangun berdasarkan dalil-dalil yang terdapat dalam ajaran agama yang bersangkutan.
2.                  Praktik duduk miring ketika duduk tahiyat akhir bagi muslim Indonesia, sementara muslim di negara lain tidak melakukannya. lihatlah bagaimana Ibnu Hajar bermu'amalah (mensikapi) hadits Ibnu Umar. Beliau tidak langsung menilai bahwa lafal yang datang dalam hadits Ibnu Umar tersebut bersifat umum. Akan tetapi beliau berusaha mencari jalan-jalan dan riwayat-riwayat yang lain dari hadits Ibnu Umar ini agar jelas maksud hadits Ibnu Umar. Setelah beliau menemukan riwayat yang menjelaskan bahwa perkataan Ibnu Umar tersebut berkaitan dengan sebuah kejadian dimana Ibnu Umar duduk di raka'at yang keempat maka Ibnu Hajar membawa hadits tersebut dalam kondisi tasyahhud yang terakhir, yaitu bahwasanya duduk tawarruk yang disebutkan oleh Ibnu Umar adalah maksudnya pada duduk tasyahhud akhir.
Karena hadits Abu Humaid As-Saa'idi menjelaskan tentang sebuah sholat tertentu yaitu yang memiliki dua tasyahhud dan beliau tidak sedang berbicara tentang semua jenis sholat, maka kita bawakan keumuman lafal yang disebutkan oleh Abu Humaid adalah pada sholat yang memiliki dua tasyahhud, sehingga duduk tawarruk dalam hadits Abu Humaid hanyalah berlaku pada tasyahhud kedua. Dan inilah yang dilakukan oleh mayoritas ulama sunnah abad ini, seperti Syaikh Al-Albani dan Syaikh Bin Baaz. Kemudian bukankah lafal hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yaitu

إنما سُنَّةُ الصَّلَاةِ أَنْ تَنْصِبَ رِجْلَكَ الْيُمْنَى وَتَثْنِيَ الْيُسْرَى

"Sesungguhnya sunnahnya sholat (ketika duduk-pent) adalah engkau menegakkan kaki kananmu dan melipat kaki kirimu " (HR Al-Bukhari no 793).


·         Islam historis

1.              Fenomena yang mabuk shalat. Terdapat landasan normative dalam al-quran “janganlah kamu mendekati shalat, sedangkan kamu mabuk”. Melalui teks tersebut terdapat makna bahwa jika seseorang sedang mabuk janganlah ia shalat hingga ia sadar. Namun juga berkesan bahwa diluar shalat boleh mabuk. Jelas keliru. Ayat tersebut mesti dipahami melalui pendekatan historis asbabun nuzulnya. Ayat itu merupakan rangkaian pengharaman khamar. Awalnya khamar hanya disebutkan banyak madharatnya saja disbanding dengan manfaatnya. Lalu dipertegas oleh ayat diatas bahwa janganlah shalat ketika mabuk dan diakhiri dengan pengharaman khamar diayat ini. Maka, dengan pendekatan historis ayat, tidak aka nada misinterprestasi makna dalam memahami ayat.
2.             Buku yang paling awal ditulis oleh kaum muslimin adalah kitab Allah. Awalnya mereka sempat ragu-ragu untuk menuliskannya. Pembunuhan besar-besaran pada para penghafal al-quran pada saat terjadinya perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad) dan perang melawan nabi palsu-lah yang membuat mereka menuliskan kitab Allah. Hal ini dikarenakan adanya rasa khawatir kitab Allah akan lenyap dan dilupakan
3.             Keraguan yang lebih besar terjadi tatkala akan dilakukan penulisan hadist-hadist rasulullah itu tidak dituliskan karena khawatir bercampur baur dengan al-quran. Abu bakar telah memerintahkan manusia saat ini untuk tidak meriwayatkan sesuatu dari Rasulullah. Umar kemudian melanjutkan tradisi Abu Bakar. Penulisan hadist ini tidak dimulai kecuali pada pertengahan abad ke-2 hijriah atau pertengahan abad ke-8 masehi.

ü Ayat al-quran yang berhubungan dengan anak usia dini
Jawab :
----- Perintah melatih anak untuk beribadah saat usia dini “Ajarkanlah shalat pada anak-anak disaat berumur 7 tahun” (HR. At-Tarmidzi). Sedangkan dalam al-quran “perintahkanlah keliuargamu untuk mengerjakan shalat dan bersabar atasnya” (QS. Toha ayat 132)
وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣ وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤ وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٥ يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ١٦ يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ١٧ وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ ١٨ وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ ١٩
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai
          Surat luqman berisi tentang pendidikan yang harus diprioritaskan dan diberikan kepada setiap anak muslim. Pendidikan kepada anak sangat penting karena anak adalah amanat, sehingga perlu keshalehan dan ketelatenan tersendiri dalam mendidiknya. Pendidikan pada masa anak-anak juga akan membangun fondasi bagi tegaknya kepribadian yang sempurna, sebab pendiidkan pada masa kecil jauh lebih membekas dalam membentuk kepribadiannya daripada pendidikan yang diperoleh pada masa dewasa. Dengan demikian, orangtua memiliki peran yang sangat penting didalam mengantarkan anak-anaknya mencapai kesuksesan di dunia dan di akhirat.

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Sabtu, 21 Maret 2015

KOBOI INSYAF



Narrator: Di sebuah negeri antah berantah, hiduplah seorang Ratu cantik yang sampai sekarang masih single bernama Ratu Resmon. Ia dinobatkan menjadi ratu sejak ia berumur 18 tahun karena sang raja meninggal pada saat itu dan tidak mungkin mereka membiarkan tahta mengalami kekosongan. Namun sang ratu sangat bijaksana dalam mengemban tugasnya. Dia sangat menyayangi dan peduli kepada rakyatnya, dan rakyat juga balas menyayanginya. Suatu hari, di ulang tahunnya yang ke 25 tahun, ia diberi tahu tentang kertas wasiat yang ditinggalkan mendiang ayahnya sewaktu hidup.

(Di istana. Ratu Resmon duduk di singgasana dikelilingi oleh dayang-dayang dan penasehatnya. Tiba-tiba seorang wanita datang dan duduk berlutut menghadap Ratu)
Ratu: “Apa tujuanmu menghadapku?”
Wanita: “Hamba ke sini hendak menyampaikan sesuatu padamu, yang mulya.”
Ratu: “Sesuatu? Apa itu?”
Wanita: “Saya ingin memberitahu Anda tentang wasiat yang diberikan mendiang Raja kepada Anda.”
Ratu Resmon: “Maksudmu ayah saya?” (Kaget. Berdiri dari tempat duduknya), “Siapa kamu dan bagaimana bisa kamu mengenal ayahku?”
Wanita: “Hamba hanyalah rakyat jelata yang mendapat tugas dari kerajaan untuk menyimpan wasiat raja, dan pada saat ulang tahun Ratu Resmon ke 25 tahun, barulah wasiat ini boleh diberikan kepada Anda. Itulah kenapa hamba ada di sini.”
Ratu Resmon: (Mengangguk-angguk) “Baiklah, berikan wasiat tersebut!” (Duduk kembali)
Penasehat: (Berdiri dan mengambil kertas wasiat dari wanita tersebut)
Ratu Resmon: “Bacakan!”
Penasehat: (Mengangguk kepada Ratu, lalu membuka gulungan kertas)

Resmon, anakku tercinta. Ayah berikan selamat kepadamu karena sudah berumur 25 tahun sekarang. Ayah ingin memberitahumu tentang harta karun yang selama ini belum ditemukan. Ayah ingin agar kamu bisa menemukan harta karun tersebut. Kunci harta karun itu ada di dalam laci di kamar Ayah. Sebarkan berita ini ke seluruh negri dan bagi yang menemukan harta tersebut, maka berilah ia hadiah yang pantas. Salam cinta, Ayah.

Ratu Resmon: “Penasehat, segera sebarkan berita ini ke seluruh penjuru negri. Jangan lupa posting di facebook, twitter, path, instagram juga.”
Penasehat: “Baik, Ratu.”

Narrator: Tak lama, seluruh negri segera heboh dengan selebaran yang tertempel dimana-mana dan postingan di sosmed yang menyebutkan bahwa seseorang yang dapat menemukan harta karun yang dicari akan mendapat hadiah dari kerajaan. Keadaan ini membuat 3 perempuan bersaudara yang masih pengangguran berubah menjadi pemburu harta karun saat itu juga.
(Di kamar dengan kesibukan masing-masing)
Mitaya: (Memainkan ponsel, lalu tiba-tiba bangkit) “Hey, Dora, Miaw! Gua ada informasi bagus neeh…” (Masih melihat ponselnya)
Dora: “Apaan sih?” (Merasa terganggu, lalu melanjutkan membaca)
Miaw: “Iya ganggu aja sih lo, Mitaya.” (lanjut menulis)
(Mitaya memukul 2 saudaranya)
Dora: “Aduuh… sakit tauukk.”
(Miaw mengelus-elus lengannya yang dipukul sambil mengaduh kesakitan)
Mitaya: “Nih yaa… katanya Ratu Resmon lagi nyari harta karun dan bagi yang dapetin tuh harta karun bakalan dapet hadiah dari Ratu. Woooww…!”
Miaw dan Dora: (Langsung tertarik dan mendekati Mitaya)
Miaw: “Beneran? Wahh…” (Mulai berkhayal)
Dora: “Btw, hadiahnya apa emangnya? Mobil? Rumah? I-phone? Tv? Kulkas?”
Mitaya: “Di sini sih gak dijelasin apaan hadiahnya. Tapi yang pasti hadiahnya pasti banyaaakkk bangeett.”
Dora: “Kalo gitu, pokoknya kita harus dapetin tuh harta karun. Hahahaha….”
Narrator: berbondong-bondong semua orang berusaha mencari harta karun tersebut, termasuk sang 3 bersaudara. Mereka sudah mencarinya kemana-mana. Hingga suatu hari di hutan, ketika sudah sebulan lebih mencari harta karun dan belum menemukannya juga, 3 bersaudara merasa lelah dan ingin menyerah. Tetapi pada saat itu juga ada seseorang yang bersedia membantu mereka.
Dora: “Nyerah aja yuukk… rasa-rasanya gak mungkin deh kita bakal dapet, apalagi gak ada petunjuk. Huhhh…”
Miaw: “Iya bener banget. Rasa-rasanya kita tuh berjalan tanpa tujuan yang jelas. Mana aus lagi…”
Mitaya: “Iya capek binggo. Tapi hadiahnya gimana?”
(Mitaya, Miaw, Dora gelengsoran dan mencoba tidur. Tiba-tiba ada suara yang menarik perhatian ketiga saudara tersebut)
Ciring…ciring…ciriringg…
Dora: “Apaan tuh?”
Mitaya: “Gak tau. Cuci piring-piring?”
Miaw: “Mungkin cuma hewan kejepit aja.”
(Di saat ketiga saudara kembali beristirahat, tiba-tiba ada yang muncul menghampiri mereka)
Tinkerbawel: “Ciring…ciring…ciriring…” (Berjalan-jalan, tapi tiba-tiba terhenti saat melihat ketiga bersaudara sedang tiduran) “Waahh… siapa ya mereka?” (Mengetuk-ngetukkan jarinya ke dagu, sedang berpikir) “Aha! Bangunin deeh…”
Tinkerbawel: Ciring…ciring…ciriring… (Mengayunkan tongkat sihirnya)
(Ketiga bersaudara sadar dari tidurnya, lalu kaget melihat ada Tinkerbeol di depannya)
Mitaya: (Bangun, disusul kedua saudaranya) “S…ssiapa kamu?” (Menunjuk-nunjuk Tinkerbawel dengan telunjuknya)
Tinkerbawel: “Hihihi….. jangan takut doonngg aku gak gigit kook. Hihihi.”
Dora: “Siapa sih kamu? Jangan ganggu kami!”
Tinkerbawel: (Memutar bola matanya) “Yaelaahh siapa juga yang mau ganggu? Geer aja ihh…” (Mengulurkan tangan) “Halo namaku Tinkerbawel, aku peri baik hati di hutan ini. Nama kalian siapa?”
Miaw: (Menyambut tangan Tikerbawel) “Namaku Miaw, ini kedua saudaraku, Mitaya dan Dora.”
Tinkerbawel: “Oohh sodaraan ternyata. Btw, ngapain kalian ke hutan belantara gini? Kurang kerjaan banget sih.”
Mitaya: “Kita tuh lagi nyari harta karun tauk! Enak aja bilang kitaorang kurang kerjaan.”
Tinkerbawel: “Hihihi iya deh maap. Oh ya, terus kamuorang udah dapetin tuh harta karun?”
Dora: “Beluumm. Bingung nih, abis gak ada petunjuknya geehh kayak misalnya peta gitu. Tapi katanya peti harta karunnya itu dilapisi emas, terus di pinggir-pinggirnya dilapisi platinum. Mantep gak tuuhh?”
Tinkerbawel: “Ohh kalo itu sih aku bisa bantu loohh.”
Mitaya: “Ciyuuss??”
Tinkerbawel: “Iyaa…”
Narrator: Akhirnya ketiga bersaudara berteman baik dengan Tinkerbawel. Mereka menelusuri seluruh hutan untuk mencarinya hingga tersisa satu tempat yang belum mereka masuki. Yaitu Goa yang berada di ujung hutan tersebut.
(Mereka berempat memasuki goa yang gelap)
Mitaya: “Hei Tinkerbawel, kamu kan bisa sihir, coba tolong bikin nih goa terang dong. Gelep banget nih.”
Tinkerbawel: “Oke deehh….. Ciring…ciring…ciriring….”
(Jadilah goa tersebut menjadi terang. Mereka memasuki goa tersebut dan akhirnya menemukan sebuah peti harta karun)
Tinkerbawel: “Jangan-jangan itu peti harta karun yang kalian cari?” (Menunjuk ke arah peti harta karun)
(Mereka berempat mendekati peti harta karun tersebut)
Dora: (Memperhatikan dengan seksama) “Iya, gak salah lagi nih. Yee akhirnya kita dapet jugaaa!”
Miaw: “iyaa Alhamdulillah.”
Narrator: ketiga bersaudara dan Tinkerbawel akhirnya membawa peti harta karun tersebut ke istana. Mereka janjian dengan Ratu Resmon di luar istana. Ratu datang bersama penasehat, wanita pembawa wasiat dan dayang-dayangnya.
Mitaya: “Ratu, kami berhasil menemukan harta karun yang selama ini dicari.”
Ratu: (Bertepuk tangan) “Selamat atas keberhasilan kalian. Jadi apa yang kalian inginkan sebagai hadiah karena kalian sudah menemukan harta karun ini?”
(Mereka bertiga diskusi agak lama. Tepat pada saat itu, ada seseorang yang berlari menghampiri mereka dan mengambil peti harta karun tersebut lalu berlari pergi)
(Semua orang di situ syok, tapi tidak dapat berbuat banyak)
Penasehat: “Hey pencuri!!” (Teriak dengan kencang, lalu berusaha lari dan menangkap pencuri tersebut) “Kembalikan peti harta karun tersebut!” (Menarik kerah baju sang pencuri)
Pencuri: “Kalau kamu mau, kamu harus langkahi dulu mayatku!”
Penasehat: “Baiklah jika itu yang kamu mau!”
(Akhirnya terjadi perkelahian antara Penasehat dan Pencuri. Semua wanita yang melihat perkelahian itu bingung bagaimana caranya untuk menghentikan perkelahian yang terjadi)
Dora: “Eh Tinkerbawel, jangan diem aja doongg…. Kamu kan bisa sihir, cepat bikin mereka berhenti berantem!!”
Tinkerbawel: “Oiya aku kan peri!” (Menepuk jidat) “Ciring…ciring…ciriringg.”
(Penasehat dan Pencuri akhirnya tidak bisa bergerak dengan posisi terakhir mereka)
(Dayang-dayang datang mengambil peti harta karun tersebut)
Ratu: “Terimakasih, Tikerbawel sudah membantu menghentikan mereka.”
Tinkerbawel: “Iya, sama-sama, yang mulya.”
Ratu: “Biarkan mereka seperti itu saat ini. Saya takut mereka akan kembali berkelahi jika mereka kembali seperti semula.” (Melirik ke dayang-dayang) “Dayang-dayang, bukakan peti harta karun tersebut sekarang!”
Dayang-dayang: “Baik, Ratu.” (Membuka peti harta karun dengan kuncinya dan kaget setelah melihatnya)
Ratu: “Ada apa dayang-dayangku?”
Dayang1: “Ini…. Saya tidak yakin ini adalah harta karun yang dimaksud mendiang raja, Yang Mulya.”
Dayang2: “Benar. Ini sepertinya bukan.”
Ketiga saudara: “Gak mungkiinn!!”
Mitaya: “Pasti itu harta karun yang dicari. Kami yakin sekali, Yang Mulya.”
Wanita: “Benar, Yang Mulya. Ini adalah peti harta karun yang selama ini kita cari. Peti ini dilapisi emas dan di pinggirnya dilapisi platinum.”
(Ratu Mengangguk-angguk, lalu datang menghampiri peti harta karun. Ia mengambil sebuah kain putih yang berada di dalamnya. Tampak heran dengan benda tersebut.)
(Semua orang di sana terkejut ketika melihat kain tersebut)
Wanita: “Itu adalah kain ihram, Yang Mulya.”
Ratu: “Benarkah?”
Wanita : “Mengangguk-angguk.”
(Ratu mengambil kertas yang ada di dalam peti harta karun dan dibacanya kertas tersebut)
Selamat atas keberhasilan kalian menemukan harta karun ini! Sekarang, Ratu harus menepati janji  kepada orang-orang yang sudah berhasil menemukan harta karun ini. Dan Ratu, anakku sayang, kamu sudah 25 tahun. Sudah dewasa dalam mengemban amanah. Jadilah kamu sebagai pemimpin yang adil dan amanah. Sekarang, ayah ingin agar kamu pergi ke tanah suci dan melaksanakan haji.


Ratu: (Terharu) “Terimakasih karena sudah menemukan harta karun ini. Sekarang apa yang kalian inginkan?”
(Ketiga bersaudara terlihat bingung)
Tinkerbawel: “Aha! Bagaimana kalau sebuah pekerjaan! Selama ini mereka hidup pengangguran, Yang Mulya. Tolong berilah mereka pekerjaan yang pantas.”
Mitaya: “Benar, Yang Mulya. Tinkerbawel terimakasih karena sudah membantu kami.”
Ratu: “Baiklah. Apa keahlian kalian?”
Dora: “Saya pintar masak, Yang Mulya.”
Ratu: “Kamu saya angkat jadi koki kerajaan.”
Mitaya: “Saya pintar menjahit, Yang Mulya.”
Ratu: “Kamu saya angkat menjadi perancang busana kerajaan.”
Miaw: “Saya terserah anda saja, Yang Mulya.”
Ratu: “Baik. Saya akan segera mencarikan kamu pekerjaan yang pantas.”
Wanita: “Baik, Ratu. Karena tugas saya sudah selesai, saya harus pergi.” (Menunduk hormat, lalu pergi)
Ratu: “Tunggu!” (Teriaknya, membuat sang wanita berhenti) “Karena kamu sudah menyampaikan amanah ayah saya dengan benar, maukah kamu pergi ke tanah suci dengan saya?”
Wanita: “Ratu yakin? Tentu saja saya mau, Yang mulya.”
Tinkerbawel: “Ratu, apa yang harus saya lakukan terhadap 2 orang ini?” (Menunjuk penasehat dan pencuri yang masih diam di tempat)
Ratu: “Lepaskan mereka.”
(Tinkerbawel melepaskan sihirnya)
Ratu: “Kamu!” (Menunjuk pencuri) “Harus dihukum dan dipenjara.”
Pencuri: (Berusaha kabur, tapi dicegah oleh penasehat)
Narrator: Jadi, inilah akhir kisahnya. Pesan kami kepada teman-teman semua. Jadilah amanah seperti wanita pembawa wasiat. Jadilah penolong seperti Tinkerbawel yang menolong tanpa pamrih. Jadilah Ratu yang adil, yang tidak segan-segan memberi hadiah kepada yang berhak dan menghukum pencuri. Jadilah ketiga saudara yang sangat gigih dalam pekerjaannya.

SELESAI
 

Senin, 24 November 2014

Perkembangan musik pop Indonesia

Musik pop Indonesia sendiri sebenarnya tidak kalah kualitasnya dengan para artis dari Negeri seberang. Dalam catatan sejarah musik pop di Indonesia, hampir selalu muncul musisi baru dengan bakat hebat dalam setiap masanya.

Sebelum tahun 70-an, nama-nama seperti Koes Plus adalah nama-nama yang merajai pentas musik pop tanah air. Radio,yang menjadi media informasi rakyat paling populer pada masa tersebut secara rutin memutarkan lagu-lagu yang mereka nyanyikan.

Pada tahun 80-an, beberapa nama pendatang baru musik pop Indonesia mulai bermunculan. Penyanyi seperti Dina Mariana, Endang S. Taurina, Obbie Mesakh, Tomi J Pisa, mereka dikenal sebagai jajaran penyanyi pop papan atas pada masa itu. Tren musik yang ada pada era tersebut lebih didominasi oleh lagu dengan lirik cinta sendu yang mendayu-dayu.

Selain nama-nama tersebut, beberapa nama yang lahir pada generasi 70-an pun masih sedikit mewarnai pentas musik tanah air. Nama-nama yang masih terlibat di kancah musik pop Indonesia tersebut diantaranya Titiek Puspa, Rinto Harahap dan juga Broery Pesolima. Dengan karakter vokal dan kemampuan tarik suara yang berkualitas, nama-nama tersebut masih mampu menelurkan karya yang diterima masyarakat pecinta musik Indonesia.

Berbeda dengan tahun 70-an yang banyak melahirkan grup musik pop, pada era 80-an ini tren yang muncul adalah penyanyi Solo tanpa grup musik. Hanya saja, grup musik yang lahir dan sempat tenar pada era tahun 70-an tersebut, beberapa diantaranya kemudian sudah tidak lagi produktif menciptakan musik.

Grup seperti Panbers, The Mercies atau Tiga Dara kurang begitu
lagi dikenal masyarakat pada tahun 80-an. Selain karena bergesernya selera musik tanah air, beberapa grup musik tersebut mulai ditinggalkan personilnya dengan berbagai alasan. Grup musik yang masih beberapa kali menggelar konser mereka bisa dihitung dengan jari. Seperti kelompok Koes Plus atau juga Bimbo yang memiliki ciri khas musik pop Rohani.

Khusus untuk kelompok Bimbo ini, meski tidak terlalu produktif menciptakan karya baru namun mereka dikatakan sebagai kelompok musik legendaris. Hal ini karena aliran musik yang mereka ambil cenderung kurang memiliki banyak pesaing. Di samping itu, lagu rohani yang mereka bawakan tidak pernah terlihat ketinggalan zaman. Akibatnya, setiap moment keagamaan Islam seperti pada bulan Ramadhan, lagu-lagu karya Bimbo hampir selalu terdengar di berbagai tempat hingga saat ini.

Daur ulang musik

Memasuki era 90-an sampai 2000,terdapat sebuah keunikan tersendiri ditengah pentas musik pop Indonesia. Salah satu keunikan tersebut adalah munculnya tren lagu daur ulang yang dinyanyikan kembali oleh penyanyi lain dengan aransemen baru. Tren ini diawali pada awal tahun 90-an, dimana penyanyi Yuni Shara dikenal sebagai penyani yang memiliki ciri khas melantunkan daur ulang.

Salah satu daur ulang yang dinyanyikan kembali oleh Yuni Shara adalah Permata Yang Hilang. Lagu ini sempat hits pada tahun 70-an yang dinyanyikan oleh Ratih Purwasih. Selain Yuni Shara beberapa artis yang baru muncul pun ada yang mengikuti langkah Yuni Shara ini. Seperti yang pernah dilakukan oleh Ello dengan menyanyikan lagu milik ibunya yang berjudul Pergi Untuk Kembali.

Lagu ini cukup sukses dalam mendongkrak penjualan album pertama Ello yang diluncurkan pada tahun 2005. Album bertajuk Repackage ini kemudian dianggap sebagai awal dimulainya tren menyayikan lagu daur ulang oleh para artis pendatang baru di tanah air.

Salah satu grup musik papan atas, Gigi pun tertarik untuk menyanyikan lagu daur ulang. Hanya saja, Gigi lebih memilih lagu bertema religius milik kelompok Bimbo yang dinyanyikan ulang dengan aransemen baru sehingga terdengar lebih bertenaga. Trik ini dilakukan Gigi dengan dua harapan.

Harapan pertama tentu saja meraih sukses dalam peluncuran album mereka yang bernuansa rohani Islam. Harapan kedua dengan proyek daur ulang tersebut adalah untuk mengajak generasi muda mengenal lagu-lagu rohani yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sehingga pada nantinya lagu rohani bisa dikemas dengan nuansa yang sesuai selera penggemar musik di setiap masanya.

Secara umum, pemilihan lagu daur ulang untuk dinyanyikan kembali tentunya bukan sebagai hal yang salah. Hanya saja ada sebagian pihak yang beranggapan bahwa lagu lama yang dinyanyikan kembali tersebut dipilih sebagai sebuah jalan pintas untuk meraih popularitas. Sebab, lagu tersebut sudah terbukti mampu merebut hati penggemar musik di masa sebelumnya.

Minggu, 23 November 2014

Sejarah perkembangan musik pop di Indonesia

--> Musik pop berkembang di Indonesia pada tahun 1960-an dan banyak digemari masyarakat khusus nya kaum muda atau remaja. Grup musik pop sering disebut dwngan sebutan "band" yang menggunakan peralatan elektronik atau modern. Instrumen yang harus ada dalam bentuk grup yaitu drum,gitar melodi dan rhythm,piano, dan bass gitar.

--> Musik pop di Indonesia diawali oleh sebuah grup yang terkenal pada tahun 1970-an. Nama grup ini adalah koes plus. Grup ini menjadi legendaris di Indonesia karena puluhan lagu bahkan ratusan. Kelompok musik ini meliputi dangdut,pop anak-anak,lagu berbahasa inggris,irama keroncong,folk song,dan hard beat. Baru-baru ini nama koes plus diabadikan sebagai kelompok musik dengan lagu terbanyak di Museum Record Indonesia (MURI). Lagu mereka sangat sederhana baik dalam syair,musik,maupun melodi.Ciri khas nya adalah perpaduan suara antara vokalis mereka (Yon dan Yok) yang khas. Lagu-lagu mereka pun masih tetap digemari  oleh masyarakat sampai sekarang.

--> Ciri-ciri musik pop
1. Melodi yang mudah diterapkan dengan berbagai karakter lirik
2. Sangat fleksibel jika dipadukan dengan jenis style lain
3. Lagu mudah disenandungkan dan diserap
4. Harmoni tidak terlalu rumit
5. Tempo yang bervariasi

--> Musik pop dibedakan atas :

1. Musik pop anak-anak :
memiliki bentuk yang lebih pendek. Selain itu,komposisi musik nya tidak terlalu kompleks dengan rentan nada yang tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.Tema musik pop anak-anak biasanya berkisar pada hal-hal yang mendidik,seperti mencintai orang tua dan tanah air.
2. Musik pop dewasa :
Lebih kompleks dengan alunan melodi yang lebih bebas dengan improsisasinya lebih banyak,namun ringan. Tem-tema syairnya pun lebih bervariasi dari kehidupan remaja,percintaan,sampai masalah kritik sosial.
--> Beberapa musisi dan grup band di Indonesia :
1. Titiek Puspa
2. Melly Goeslaw
3. Grup band ada band, dll

Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari kelompok Koes Plus Bersaudara. Koes Plus Bersaudara menjadi pelopor musik pop dan rock n roll bahkan pernah dipenjara karena musik nya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis.Sekitar tahun 1976, Koes Plus redup. Mungkin karena generasinyang berganti dan selera musik masyarakat yang terus berkembang. Sekitar tahun 1978 Koes Plus benar-benar leau. Kelesuannya digantikan oleh penyanyi Solo maupun grup yang teeus menerus berganti dari tahun ke tahun. Sekitar tahun 1970-1980 an musik pop Indonesia dihiasi oleh kelompok musik antara lain Koes Plus, Mercy's , Panber's.

--> Tokoh musik pop :

penyanyi pop pria yang terkenal dari luar negeri :
Elton Jhon, Jesse McCartney, Michael Jackson, Robbie William,dll
penyanyi pop wanita yang terkenal dari luar negeri :
 Chantal Kreviazuk, Celine Dion, Madonna, Mariah Carey,dll
Grup musik popular dari luar negeri :
 The Beatles, Bee Gees, Boynoze, Westlife, dll
Penyanyi solo yang terkenal dari Indonesia :
Big Slamet, Ruth Sahanaya , Krisdayanti , Agnes Monica, dll

MODEL PEMBELAJARAN JARING LABA-LABA

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang             Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perke...